Doubt. Itu kali pertama yang terlintas dipikiranku ketika pada suatu malam-slepas menghabiskan waktu dan energi (baca;membuang keringat di tempat senam dekat kantor)-tiba-tiba dihadapkan pilihan untuk menggunakan alternatif moda transportasi yang satu ini: KRL Malam Cisadane Express, selain Busway. Informasi awal yang kuterima begitu minim. Hanya ungkapan lisan dari seorang teman;yang kebetulan pengguna or komuter kereta sejati yang memberitahukan bahwa pada tanggal 01 Juli 2008 KRL Malam Cisadane Express mulai dioperasikan pada malam hari. Selama ini KRL Cisadane Express, dalam satu hari hanya beroperasi dua kali. Pagi (tiba) di stasiun Rawa Buaya sekitar Pukul 07.00 dan sore (dari Stasiun Duku Atas, Sudirman) pukul 17.50. Jelas, aku menyambut gembira kabar ini. Tidak perlu khawatir lagi jika harus pulang malam;atas nama lembur. Selama ini Busway menjadi satu pilihan. Sedikit banyak sangat membantu. Meski harus ‘rela’ berdesak-desakan dan (seringkali) masuk dalam ‘daftar tunggu’ untuk waktu yang lama.
Namun sayangnya, tidak seperti KRL Malam Sudirman Express Jurusan Serpong yang sudah lebih dahulu beroperasi dan informasinya diberitahukan lewat media sehingga lebih informatif dan diketahui banyak orang. Tidak dengan KRL Malam Cisadane Express. (Setahuku) tidak ada informasi yang jelas mengenai waktu dan keberadaan KRL malam ini. Tidak juga di media. Sehingga kabarnya menjadi simpang siur. Informasi yang kutangkap, “ada-tidak sebenarnya kereta ini“. “Benar-tidak diberlakukan atau dioperasikan pada malam hari “. Meski teman berulangkali menyakinkan bahwa KRL Malam Cisadane Express benar adanya dioperasikan mulai 01 Juli 2008, namun ragu tetap menghadang. Keinginan untuk cepat tiba dirumah dan membayangkan ‘kenikmatan’ dan ‘kenyamanan’ laju kereta, pada akhirnya membulatkan tekadku untuk menggunakan KRL yang satu ini di suatu malam tanggal 03 Juli 2008.
Excited. Tiba diStasiun Dukuh Atas, Sudirman pukul 19.30. Benar, Kereta Malam Cisadane Express jadwal keberangkatan dari Stasiun Dukuh Atas Sudirman pukul 20.05. Kereta masih dalam perjalanan dari Tangerang menuju Stasiun Tanah Abang ke Dukuh Atas, selanjutnya ke Manggarai, kemudian berputar kembali ke Stasiun Dukuh Atas. Masih ada waktu setengah jam untuk menunggu. Kuputuskan untuk sedikit mengisi kekosongan perut dengan membeli jajanan. Suasana peron begitu lengang. Tidak begitu banyak orang. Jauh sekali berbeda suasananya dengan KRL Cisadane Express di waktu sore. Begitu crowded dan penuh sesak. Pengguna kereta jurusan Tangerang dan Serpong tumpah ruah jadi satu di peron yang sama. Waktu ideal untuk pulang kantor. Ada begitu banyak penjaja makanan. Dan juga merchandise.
Tidak banyaknya penumpang justru dengan mudah mengikat rasa kebersamaan sesama komuter. Kita jadi lebih mudah mengakrabkan diri. Bertukar informasi seputar KRL malam. Ternyata kita mempunyai ‘isi kepala’ yang sedikit banyak sama. Sama-sama excited dengan keberadaan kereta malam ini dan berharap kalau kereta ini bisa selanjutnya permanen;terus dioperasikan setiap malam. Dari mereka aku baru tahu kalau ternyata KRL Malam Cisadane Express ini masih dalam tahap uji coba 1 bulan. Jumlah orang yang naik oleh petugas dihitung dan dicatat per harinya, ada kemajuan yang signifikan atau tidak. Mungkin untuk dijadikan bahan pertimbangan, diteruskan atau tidaknya nasib KRL malam ini. Teman-teman sesama komuter kereta ini begitu antusias apalagi jika menyoal tentang seputar promosi kereta. Semangat mereka begitu besar agar KRL malam ini benar-benar bisa dipertahankan. Ada yang mau berusaha mempromosikan dari email ke email;atau dengan mengirim MMS seputar gambar didalam gerbong kereta ( what a lovely picture, anyway; melihat gambar dari seorang teman; terlihat gambar gerbong kereta begitu nyaman; seperti yang dia bilang mirip dengan kereta di Singapura; salut dengan teman baruku yang satu ini dalam mengambil gambar; excelente). Wah kalah start nih aku hehe..
Sekitar pukul 20.15 kereta tiba di Stasiun Dukuh Atas. Segera memasuki gerbong, tapi kali ini tidak perlu terburu-buru karena bisa dipastikan mendapat bangku. Dari petugas kuketahui jumlah penumpang yang naik pada tanggal 03 Juli ini sebanyak 74 orang. Setelah hari sebelumnya sekitar 76 dan 85 orang. Sempat ada rasa khawatir akan keamanan kereta-maklum sudah cukup malam dan bagaimana situasi Jakarta;apalagi diwaktu malam, kita pasti tahulah. Ada beberapa orang polisi berjaga di kereta. Begitu juga petugas kereta api, jumlahnya lebih banyak. Mungkin dari mereka ada yang sekalian menuju pulang. Sedikit tegang karena banyak petugas, tapi itu lebih baik bukan, dari pada tidak ada sama sekali. KRL malam ini berhenti di banyak stasiun. Dan bergerak menyusuri malamnya Jakarta hingga tiba di stasiun perhentianku, Stasiun Rawa Buaya pukul 20.45 menit.
relieve. Menyisakan banyak cerita untuk orang-orang terdekat. Juga teman-teman kantor esoknya. Juga menyisakan kegundahan dan tanda tanya, masih adakah selepas satu bulan, kereta malam ini bertahan.
Jika dihadapkan dengan pertanyaan, perlu kah? pasti perlu. Banyak orang yang membutuhkan sarana transportasi malam yang nyaman dan available, dan itu bisa ditemukan dikereta (KRL Express, tentunya).
Efektif ? jelas, bisa menghindari kemacetan, di jam-jam malam yang kadang masih padat merayap dan bisa memicu ‘esmosi tegangan tinggi’.
Satu lagi, semangat para komuter KRL malam perlu juga dipertimbangkan. Aspirasi mereka dan (juga termasuk didalamnya aku) ‘wajib’ di dengar oleh petugas terkait.
Wah, ’semangat juang’ komuter kereta sejati mulai menular positif ke aku neh..